Showing posts with label Pojok Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pojok Pendidikan. Show all posts

Monday, May 6

misteraans

GPAI MILIK SIAPA?

 

Bismillah

Saya mengawali tulisan ini dengan Bismillah
Disclaimer: tulisan ini bukan untuk menyudutkan berbagai pihak. Tulisan ini hanya bertujuan menguraikan permasalahan dalam dunia PAI dan saya berusaha menawarkan ide untuk mengatasinya

Kasus-kasus GPAI

1. Pemerintah memberikan keistimewaan Guru Penggerak melalui Permendikbudristek No 54 Tahun 2022. Bagi guru yang lulus dan menjadi guru penggerak tidak perlu repot-repot mengantri PPG, akan langsung mendapatkan jalur tol. Tapi ini TIDAK BERLAKU bagi Guru PAI. Padahal banyak sekali GPAI yang mengikuti guru pengerak

2. 2021 pemerintah yang diwakili kemendikbud mengeluarkan program pengangkatan 1 juta guru menjadi ASN. Ternyata 1 juta guru itu tidak ada satu pun formasi untuk Guru PAI. Sehingga GPAI dengan segala organisasinya memperjuangkan dengan berbagai cara, sehingga akhirnya diberi jatah. Hal ini menunjukan GPAI awalnya “tidak dianggap”

3. PPG Daljab – Kemendikbud selalu konsisten dalam mengadakan PPG Daljab, setiap tahun selalu lebih dari 1 angkatan, bahkan tahun 2022 sampai 7 gelombang. Dimana setiap gelombangnya sangat banyak kuotanya. Contohnya melalui SE No 2573/B2/GT.00.08/2023 kuotanya sebanyak 48.818 Angkatan III Tahun 2023. Sedangkan untuk kuota PPG Daljab PAI sampai detik ini penulis tidak menemukan regulasi yang pasti seperti SE Kemendikbud di atas. Hanya berdasarkan berita yang beredar, GPAI diberi kuota 5.000 guru yang diperebutkan 138.054 guru (data dari siagapendis.com) se-Indonesia

4. Benang kusut PPG Daljab PAI. Berapa tahun waktu tunggu seorang guru PAI untuk mengikuti PPG? 138.054 dibagi 5.000 = 27,6 tahun. Kemenag menyadari tidak mampu membiayai semua GPAI, oleh karena itu “merayu” pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran membantu membiayai PPG PAI. Apakah mudah? Tentu tidak, dari 400+ kabupaten, tidak mencapai 100 kabupaten yang menyanggupi. Kenapa? saya tidak tahu pasti, analisa bodoh saya. 1). Pemda sudah mematenkan anggaran untuk programnya, sehingga untuk PPG PAI di luar program. 2). Pemda itu secara hierarkis di bawah komando Kemendagri. Sehingga Kemenag tidak ada wewenang untuk “mengatur” pemda. Atau dengan bahasa simpelnya, semua pemda akan kompak memberikan kuota ppg pai jika ada intruksi dari pemerintah pusat kemendagri atau presiden.

5. Lulusan S1 PAI terkatung-katung. Sejak 2021, pemerintah mengangkat guru melalui jalur ASN-PPPK. Dimana syarat utamanya yaitu sudah menjadi guru dan terdaftar di dapodik minimal 2 tahun. Kemudian di lain sisi mulai 2023 instansi pemerintah termasuk sekolah negri dilarang mengangkat tenaga honorer. Lalu mau dikemanakan lulusan S1 guru apalagi PAI?. Saya menemukan data statistik pendidikan tinggi di pddikti.kemdikbud.go.id. tertuliskan lulusan S1 guru tahun 2020 sebanyak 21,84% atau 335.190 yang didalamnya didominasi oleh PGSD (35,60% / 39.960) dan (PAI 20,58% / 35.798). Artinya setiap tahun S1 PAI meluluskan 30ribu+ sedangkan pintu honorer ditutup. Lantas mau kemana mereka?

6. PPG Prajab – Solusi bagi Freshgraduate. Setelah wisuda S1, pemerintah sudah mengarahkan untuk kuliah lagi yaitu PPG Prajab, dimana langsung mendapatkan benefit. 1). Diangkat menjadi ASN PPPK melalui jalur ppg pra jab. 2) mendapatkan tunjangan sertifikasi sama dengan gaji pokok ASN. Kabar buruknya hal ini belum berlaku bagi PAI.
Kemendikbud secara konsisten setiap tahun menyelanggarakan PPG pra jab yang dibagi beberapa gelombang, bahkan kuotanya sangat banyak. Dikutip dari ppg.kemdikbud.go.id/prajab/detail-program-seleksi, Kemendikbud sudah membuka pendaftaran kuota 38.112 mahasiswa PPG prajab 2024.
Lalu bagaimana dengan PAI?

7. Kemenag belum 1x pun mengadakan PPG Prajab PAI. Tahun 2022 Kemenag mengeluarkan Juknis PPG Prajab PAI 2023, sayangnya sekarang februari 2024 belum juga PPG PAI Prajab dilaksanakan. Di lain sisi kemendikbud sudah berhasil meluluskan ribuan mahasiswa ppg pra jab bahkan sudah mengikuti seleksi ASN PPPK, tapi PAI belum satu pun.

8. Tunjangan dan Potongan/Iuran
Secara ideal, GPAI mendapatkan tunjangan dari 2 lembaga, yaitu kemenag dan kemendikbud/pemerintah. Nyatanya sering terjadi gagal mendapat tunjangan. contohnya saat 2019 penulis dan teman cpns guru kemendikbud, kami diangkat bareng. tapi mereka mendapatkan tambahan penghasilan dari APBN. 
Sedangkan potongan, seringkali ...... teruskan sendiri


GURU PAI milik siapa? Kemendikbud atau Kemenag?

Menurut hemat penulis, ini sumber awal carut marutnya GPAI. Mari kita uraikan, dalam postingan sebelumnya Menelusuri Jejak Sejarah PAI, disebutkan Kementerian Agama yang diresmikan 3 Januari 1946, awal mulanya hanya fokus ke Pendidikan Islam kemudian merambah ke berbagai bidang.
Secara kelembagaan pendidikan yang 100% dikelola kemenag yaitu madrasah dan pesantren. Sedangkan yang membagongkan Guru PAI. 

Kita urai melalui regulasi yang ada. di UU No 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas "setiap murid berhak mendapat Pendidikan Agama (Pasal 12)"
yang kemudian menurukan regulasi PP No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
kenapa PAI milik kemenag? karena ada di Pasal 3 "Pengelolaan pendidikan agama dilaksanakan oleh Menteri Agama"
Menurut hemat penulis, makna pengelolaan ini seperti muatan kurikulum PAI, bukan terkait gurunya.
terus siapa yang mengelola gurunya?

ini yang lucu lagi, pelajarannya dikelola kemenag, gurunya dikelola oleh pemerintah daerah. ada di pasal 6 poin 1
Pendidik pendidikan agama pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah disediakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.  

Kita liat guru Kemendikbud, kurikulum maupun pengelolaan gurunya dikelola oleh pemerintah pusat /kemendikbud yang dilaksanakan di pemerintah daerah. 

Jadi singkatnya, Mapel PAI nya milik kemenag, gurunya milik pemda.


Solusi: PAI & GPAI harus diperjelas milik Kemendikbud atau Kemenag

Dari awal menjadi Guru PAI, penulis menemukan 2 opsi yang mencuat dalam mengatasi carut marutnya GPAI

1. Sepenuhnya dimiliki Kemenag
Menurut penulis ini tidak bisa. ada dua alasan:
a. Kemenag sudah punya madrasah dan pesantren
b. Lembaga pendidikan dimana GPAI bekerja, adalah pemda 

2. Sepenuhnya diserahkan Kemendikbud
Menurut penulis, ini lebih masuk akal. ada beberapa alasan
a. secara kelembagaan sudah di lembaga pemerintah seatap dengan guru kelas, guru PJOK dll
b. PAI sebenarnya mempunyai kesamaan dengan PJOK, PAI identik Kementrian Agama, PJOK identk dengan Kementrian Olahraga. Tapi bedanya, kementrian olahraga melepaskan sepenuhnya PJOK untuk dikelola Kemendikbud. 

Jika PAI diserahkan Kemendikbud, bagaimana langkahnya?
Kemenag tidak akan memberi - Kemendikbud tidak akan meminta, karena sudah regulasinya
Siapa yang harusnya bergerak? GPAI itu sendiri dengan segal organisasi profesinya.

menurut hemat penulis, langkah awal yaitu JUDICIAL REVIEW yaitu pengajuan uji konstitusi ke MK terhadap PP No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, yang difokuskan ketidakjelasan status guru agama.

Demikian opini penulis, banyak yang salah atau tidak cocok mohon maaf yang sebesar2nya. Mungkin Anda punya ide lain, silahkan kirim ke email ubaygurupai2021@gmail.com
Alhamdulillah
Semoga Alloh memberikan kesuksesan dan keberkahan bagia semua Guru PAI di dunia dan akhirat


Read More

Friday, November 9

misteraans

Workshop Pembelajaran IT GPAI


Sleman, Sabtu (10/11/2018) KKG PAI Kab. Sleman mengadakan workshop pembelajaran PAI berbasis IT, di Aula kemetrian agama Sleman.

 Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru-guru PAI se-kabupaten Sleman 5 guru per kecamatan.  Diawali dengan membaca kalam ilahi, menyanyikan lagu indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan ketua panitia Bapak Eko Susanto, MPd. Beliau menuturka Kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua KKG PAI Bapak Ibnu Karyadi dan dibuka oleh Ka.PAIS Bapak Sugito, M.Si.
n bahwa kegiatan ini bertujuan menghasilkan guru yang cakap dan profesional, kegiatan ini meliputi teori, praktik, presentasi dan project. Project ini akan dijadikan media belajar GPAI se Kab. Sleman

Kegiatan ini mengundang Nara sumber tunggal bapak Achmad Arifudin, GPAI SMK Ponjong yang penuh prestasi energik dan bersahaja....




Read More

Thursday, November 8

misteraans

Sleman Juara Umum MTQ Pelajar DIY 2018



views: 5.877
Sleman Juara Umum MTQ Pelajar DIY 2018
Kontingen MTQ pelajar Sleman menerima piala sebagai juara umum dalam MTQ pelajar tingkat DIY 2018 yang di Bantul, Sabtu (3/11/2018). Foto/Dok Pemkab Sleman


SLEMAN
 - Kabupaten Sleman menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar Sekolah Umum Tingkat DIY tahun 2018 di SMKN 1 Bantul, Sabtu (3/11/2018). Sleman menjadi juara umum setelah juara di 20 cabang dari 22 cabang yang dilombakan.

"Prestasi ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berhasil meraih juara umum kedua," kata kepala dinas pendidkkan Sleman Sri Wantini, Minggu (4/11/2018).

Sri Wantini mengatakan keberhasilan tidak terlepas dari persiapan, baik berupa pembinaan dan pendalaman materi secara intensif selama enam bulan sebelum kegiatan tersebut. Selain itu kerja sama yang baik antara Disdik dengan Kemenag Sleman dan Balai Pendidikan Menengah Sleman serta dukungan dari sekolah dan orangtua kafilah.

“Ke depan kami akan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan dengan stakeholder lainnya yang terlibat untuk selalu bersinergi agar bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih,” paparnya.

Sri Wantini menjelaskan atas keberhasilan tersebut, selain akan memberikan penghargaan juga beasiswa prestasi.

Kabag Humas dan protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan, dalam MTQ pelajar itu, Sleman meraih  juara pertama di  7 cabang, yaitu SD 3 cabang (pidato putra/putri dan cerdas cermat agama), SMP 2 cabang (pidato putri dan MHQ putra), SMA/K 2 cabang (pidato putra/putri). Juara dua, 7 cabang yaitu SD 1 cabang (MHQ putri), SMP 3 cabang (pidato putra, kaligrafi dan cerdas cermat agama),  SMA/K 3 cabang (MTQ putri, seni nasyid dan kreasi busana). Juara tiga 6 cabang, yaitu SD 1 cabang (MTQ putra), SMP 3 cabang (MTQ putra/putri dan MHQ
putri), SMA/K 2 cabang (MTQ putra dan debat PAI).

“Para juara ini nantinya akan mengikuti MTQ pelajar tingkat nasional mewakili DIY,” tambahnya
.
Read More

Wednesday, March 16

misteraans

Guru honorer berhati jutawan


Kick Andy, Episode Menyembuhkan Dengan Cinta


Cinta dan ketulusan untuk menolong orang lain mampu mengalahkan rintangan yang dihadapi. Dua perempuan hebat yang hadir dalam Kick Andy On Location kali ini membuktikannya. Cinta dan ketulusan yang dimiliki Eko Setiyo Asih dan Utiyah memberi kesembuhan pada orang-orang yang ditolongnya.
Eko Setiyo Asih mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah gratis pada tahun 2005 bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu. Awalnya Eko merasa iba dengan banyaknya anak berkebutuhan khusus (ABK) usia sekolah yang dibiarkan oleh orang tuanya. Kebanyakan orang tua yang mempunyai kesulitan ekonomi tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah luar biasa (SLB) atau ketidakpahaman orang tua terhadap kondisi anaknya. Eko tergerak untuk mengajak beberapa anak berkebutuhan khusus ke rumahnya yang berada di Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah untuk diajari.
Dari awalnya hanya tiga orang anak, jumlah muridnya makin bertambah dan kini SLB Anugerah mendidik 38 anak. Eko tidak pernah menarik biaya kepada orang tua murid. Bahkan sekolah menyediakan hampir semua kebutuhan anak-anak dari mulai buku, alat tulis, seragam hingga makan siang. Untuk biaya opersional sekolah, Eko menggunakan uang pribadinya dari gajinya sebagai guru honorer dan dari beberapa donatur. Eko juga dibantu 10 guru yang semuanya relawan alias tidak dibayar. Eko juga menampung empat orang anak berkebutuhan khusus di rumahnya. Anak-anak yang belajar di SLB maupun yang tinggal bersamanya dianggap sebagai anaknya sendiri. Ia juga dapat menerapi anak-anak bekebutuhan khusus dengan cara memijat.
Sedang Utiyah (46) warga Dusun Jurutengah, Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, Jawa Tengah menampung dan merawat orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Lebih istimewa lagi,  Utiyah merawat orang gila tanpa digaji, dan bagi penderita yang tak mampu bahkan tak dipungut biaya. Keikhlasan dan semangat ingin membantu kesembuhan orang-orang yang “terpinggirkan”, membuat istri Hamid Mustaqim itu rela menjadikan rumah pribadinya sebagai penampungan bagi orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.
Utiyah melakukan kegiatan ini sejak tahun 2003. Panti rehabiltasi di rumah Utiyah ini diberi nama Dzikrul Ghoflin. Kini di panti Dzikrul Ghofilin dihuni 85 pasien yang datang bukan hanya dari Wonosobo saja, namun dari berbagai daerah di Jawa Tengah, bahkan ada juga yang dari luar pulau Jawa. Untuk membiayai pantinya, Utiyah menggunakan gajinya sebagai guru agama di SD Erorejo, selain dari sejumlah donatur  tidak tetap.  
Metode yang digunakan Utiyah cukup unik. Orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang datang, diberikan perawatan berupa terapi pijat dan diajak berdzikir ketika kondisi sudah lebih tenang.
Sumber : kickandy.com
Read More

Monday, March 14

misteraans

Ketua Umum PGRI Meninggal Dunia


Ketua Umum PB PGRI Sulistyo.
Ketua Umum PB PGRI Sulistyo.
 Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo meninggal dunia, Senin (14/3). Sulistiyo meninggal siang tadi di Rumah Sakit Mintohardjo, Pejompongan, Jakarta Pusat. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah ini meninggal di usia 54 tahun. Rasa duka turut disampaikan oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman.
"Saya turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya sahabat saya Dr Sulistiyo," tulis Irman dalam akun Twitter-nya, Senin (14/3).
Dari informasi yang diterima Republika.co.id, Sulistyo meninggal dalam kecelakaan kebakaran ruang RUBT RS Mintoharjo/RS TNI AL yang diakibatkan korsleting istrik.
Irman pun merasa salut atas pengabdian Sulistiyo terhadap pengabdiannya di dunia pendidikan Tanah Air. "Bangsa Indonesia kehilangan sosok pendidik yang gigih dan kokoh memperjuangkan hak-hak guru di Indonesia," kata dia.

sumber: republika.co.id
Read More

Saturday, March 12

misteraans

Guru dikeroyok keluarga muridnya, sampai pingsan

ilustrasi. image:merdeka.com
Lagi, Nasib tragis dialami oleh seorang guru yang harus dikeroyok oleh keluarga siswanya. entah sampai kapan peristiwa ini akan berakhir?. belum reda berita guru yang dicukur rambut karena mencukur rambut anaknya, guru BK yang hampir saja dikeroyok dan kasus yang lainya. Peristiwa ini terjadi menimpa seorang guru SD di Musirawas, Sumatera Selatan pingsan setelah dikeroyok oleh keluarga siswa. dari berita yang diturunkan bangka.tribunnews.com dijelaskan bahwa Warsito (43), guru SDN Desa SP3 Temuansari, Kecamatan Muarakelingi, dianiaya oleh Suawandi (24) dan kakaknya, Suhardi (30) pada Sabtu (5/3/2016).

Korban dikeroyok karena mengusir keponakan kedua pelaku, Harza (7), siswa kelas I. Diketahui, Harza dikeluarkan karena berkelahi dengan temannya dan itu sudah terjadi tiga kali.
Warsito dipukuli oleh Suwandi dan Suhardi di depan siswa lainnya dan guru-guru rekan korban. Aksi dua pelaku hendak dihentikan oleh dua guru rekan korban, Maesaroh dan Kurnaini. Namun gagal.
Akhirnya, Kurnaini memanggil suaminya yang merupakan kepala desa SP3. Sang kades datang setelah korban pingsan. Korban kemdian dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Saat Kades datang, korban sudah pingsan. Sementara pelaku kemudian kabur dari lokasi," kata Kapolsek Muarakelingi AKP Dedi Rahmad Hidayat, Minggu (6/3/2016), dikutip Sriwijaya Post, Senin (7/3/2016).
Hingga kini kasus tersebut ditangani Polsek Muarakelingi.

Dari kejadian Ini kita berharap sebagai guru untuk lebih berhati-hati tanpa meninggalkan tugas kita mendidik dan mendisiplinkan anak didik kita. sebagai orang tua mari bekerja sama dengan sekolah untuk sama-sama mendidik anak-anak kita menjadi anak yang baik.

Sangat berharap, semoga  ini adalah kejadian terakhir di negeri tercinta ini.
Read More